Sejarah Masuknya Islam di Indonesia
1) Jaman Majapahit (SERAT DARMOGANDUL) (oleh Laurent)
2) Jaman Pajajaran (oleh wachdiejr)
3) Mohtar Lubis : Islam masuk Indonesia secara damai ?
4) Terror Agama Islam Mazhab Hambali di Tanah Batak
oleh: Batara R. Hutagalung
5) KERIS: lambang peradaban Melayu (pra-Islam) yg dihancurkan Islam, oleh : Orang Melayu, Dr Fachdie Noor
6) Ulasan ttg buku VS NAIPAUL, 'Beyond belief : Islamic Excursions Among the Converted Peoples. In the Land of Converts: An Islamic Journey'
7) Jihad di Lombok & Bali
Kontroversi Serat Darmo Gandhul:
Betulkah Ki Kalam Wadi adalah Ronggo Warsito?
Masuknya Islam ke Tanah Jawa ternyata menyimpan cerita yang sungguh
luar biasa. Salah satunya terekam dalam Serat Darmo Gandhul yang
kontroversial itu. Dalam serat yang aslinya berbahasa Jawa Kuno itu
dipaparkan perjalanan beberapa wali, juga hambatan dan benturan dng budaya dan kepercayaan lokal.
Penulis serat ini tak menunjukkan jati diri aslinya. Ada yang menafsirkan,
pengarangnya adalah Ronggo Warsito. Ia pakai nama samaran Ki Kalam
Wadi, yang berarti rahasia atau kabar yang dirahasiakan. Ditulis dalam
bentuk prosa dengan pengkisahan yang menarik. Isi Darmo Gandhul tentu
saja mengagetkan kita yang selama ini mengira bahwa masuknya agama
Islam di Indonesia dilakukan dengan cara damai tanpa muncratan darah,
terpenggalnya kepala dan tetesan air mata. Kaburnya para pemeluk Hindu
dan Budha ke berbagai wilayah, misalnya ke Pulau Bali, ke kawasan
pegunungan dan hutan rimba, adalah salah satu pertanda bahwa mereka menghindari tindakan pembantaian massal oleh sekelompok orang yang ingin mengIslamkan P Jawa.
Terkait dengan kisah Wali Songo yang menyebarkan agama
Islam di Pulau Jawa, kebetulan saya ada terjemahan Serat Darmo Gandhul
yang aslinya berbahasa Jawa Kuno. Yang saya kirimkan berikut ini
adalah versi yang tidak lengkap, bersumber dari Tabloid Posmo terbitan
Surabaya. Anda bisa baca dan menilai sendiri. Hanya agar lebih enak
untuk dibaca, Posmo menyuntingnya disana-sini. Yang perlu dicatat,
pembaca sendiri harus kritis menyikapi isi cerita yang mungkin amat
tendensius ini.
Serat Darmo Gandhul pernah diterbitkan oleh Dahara Prize - Semarang
berukuran 15 cm x 15 cm. Berikut ini adalah tulisan tentang Serat Darmo
Gandhul yang dimuat berseri di Tabloid Posmo terbitan Surabaya. Isi
dari serat ini rasanya masih relevan dikaitkan dengan zaman sekarang,
dimana mulai bermunculan kelompok fundamentalis Islam, terorisme yang
mengatas namakan agama, dan juga kelompok-kelompok yang bermimpi untuk
mendirikan kekhalifahan Islam di negeri ini, dan juga di negara-negara
Asia Tenggara lainnya.
Selamat membaca!
Tokoh2 terkait:
Para penulis :
- Darmo Gandhul - murid Ki Kalam Wadi
- Ki Kalam Wadi - penulis serat
- Raden Budi - guru Ki Kalam Wadi
Para pelaku :
- Prabu Brawijaya - Raja Majalengka (Majapahit), raja Majapahit
terakhir, yg dgn sedih harus menyaksikan kerajaannya dicabik2 oleh
puteranya, Raden Patah, yg melawan ayahnya yg dianggapnya 'Budha
kafir kufur'.
- Putri Campa (Dwarawati? Dara Petak?) - permaisuri Prabu Brawijaya
dari Cina yg memperkenalkan Islam pada PB, yg kemudian disesali PB
- Sayid Rahmad - kemenakan Putri Campa (Sunan Ampel) yg diberi ijin
PB utk menyebar Islam di Jawa
- Sayid Kramat - Sunan Bonang, tokoh licik
yg mengakibatkan permusuhan antara PB dgn puteranya sendiri, Raden
Patah. Ialah yg mengajarkan Raden Patah utk membenci ayahnya yg
kafir. Sesuai dgn buku 'suci' Islam :
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu jadikan bapak-bapak dan saudara-saudaramu pelindung-pelindungmu,
jika mereka lebih mengutamakan kekafiran atas keimanan dan siapa di
antara kamu yang menjadikan mereka pelindung-pelindungmu, maka mereka
itulah orang-orang yang lalim. [9.24]
- Raden Patah (Babah) - putra Prabu Brawijaya, dikenal juga sbg Adipati
Demak/Senapati Jimbuningrat/Sultan Syah Alam Akbar Khalifaturrasul
Amirilmukminin Tajudil Abdulhamid Khak/Sultan Adi Surya Alam di
Bintoro. Putera lalim yg membawa kesengsaraan pada Majapahit &
akhirnya, tanah air kita ini.
(Di SMA, kami tidak pernah diajarkan bahwa kejatuhan Majapahit
sebenarnya diakibatkan oleh kerakusan seorang anak. Paling cuma
dikatakan : Majapahit vs Demak)
- Sunan Kalijaga : negosiator licik yg ingin merebut kembali hati PB
setelah RP menyesali perbuatannya. Sunan Kalijaga ini yg menarik PB
masuk Islam. Perbuatan PB ini kemudian dicela oleh tokoh bijak, Ki
Sabdapalon.
dll :
- Raden Kusen (Raden Husen/Raden Arya Pecattanda) - saudara kandung
Raden Patah (lain ayah)
- Ki Bandar - sahabat Sunan Bonang
- Bandung Bondowoso
- Nyai Plencing - dedemit
- Buta Locaya - raja dedemit (mantan Patih Sri Jayabaya)
- Ni Mas Ratu Pagedongan (Ni Mas Ratu Angin-Angin)
- Kyai Tunggul Wulung
- Kyai Patih
- Syech Siti Jenar
- Tumenggung Kertosono
- Sunan Giri
- Arya Damar - Bupati Palembang
- Patih Mangkurat
- Setyasena - komandan pasukan Cina Islam
- Bupati Pati
- Adipati Pengging
- Adipati Pranaraga
- Sabdo Palon
- Naya Genggong
Selasa, 22 November 2011
Sejarah
Diposting oleh Hyun_Bim di 23.27
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


0 komentar:
Posting Komentar